Thursday, April 28, 2011

Go East..

Sittin' alone in one hotel's room, here, somewhere in east borneo..
With 2 glasses of juice, the most healthy dinner that i've ever had
i'm trying to figure what i've been through in these couple of days

Counting another 11 days to go
I thought my visit on march will be the last visit to east borneo (with V's flag)
But.. Just like a saying: manusia berencana, tuhan menentukan
All of sudden, there's a duty call
Can't find any reason to run away, but to accomplish it
so here i am, going east..

A day before:
When a positive support seems to be rare
Couldn't help myself from complaining & feelin' blue
Though at the end, i just wish that in the future they will
realize & understand how to make other's life easier.
A show must go on.

To be continued..

Monday, April 11, 2011

Thanks to Holland Bakery

Sekitar 2 minggu lalu, menjelang ulang tahun Bunda Iyan, Mam menyempatkan diri disela waktu istirahat untuk mencari hadiah ke Mall Ambasador/ITC Kuningan. Setelah berkeliling di seputaran Mall Ambasador/ITC Kuningan dan menemukan hadiahnya, Mom mampir ke Holland Bakery di lantai dasar ITC Kuningan untuk beli beberapa kudapan sebagai pengganti makan siang dan juga beli lapis legit kesukaan Mayang, supaya bisa dijadikan oleh-oleh saat kita datang ke Bandung. Setelah itu, kembali bergegas mencari taksi, supaya tidak terlambat sampai di kantor. Hari ini lalu lintas Mall Ambas cenderung tidak terlalu ramai, mungkin karena berita penutupan lalu lintas sehubungan dengan pembangunan jalan cukup membuat orang-orang malas untuk berkunjung kesana. So, it was a blessing for me. Tanpa menemukan kendala, taxi di depan Mall siap mengantar menuju kantor. Ditengah perjalanan, Mam teringat tas jinjing berisi kado Bunda Iyan tidak ada diantara barang belanjaan. Lalu kemana..? Tertinggal dimanakah..? wahhh.. seketika Mam galau dan coba memikirkan ulang, sampai mana tadi Mam masih memegang tas itu..? Hmmm.. rasanya ketika turun ke lantai dasar, Mam masih pegang. Berarti, di antara stand minuman jamu-jamuan (Mam sempat mampir untuk beli beras kencur) atau di Holland Bakery. Cepat-cepat Mam memeriksa nomor telpon Holland Bakery di plastik jinjingan, dan ternyata hanya tercantum nomor delivery order. Mam coba telpon kesana, dan meminta nomor telepon Holland Bakery ITC Kuningan. Akhirnya, Mam mendapatkan nomor teleponnya dan menanyakan barang yang tertinggal tersebut. Ternyata benar, ada barang Mam (cocok dengan deskripsi tas jinjing dan isinya) yang tertinggal disana. Mam menitipkan barang tersebut kepada salah satu pramuniaga yang menerima telepon dan janji untuk mengambilnya minggu depan karena beberapa hari ke depan akan cuti). Sehari setelah hari yang dijanjikan, akhirnya Mam bisa juga mampir ke ITC Kuningan untuk mengambil barang tersebut. Alhamdulillah, barang masih ada dan dalam kondisi baik. Mam tidak repot untuk mengambilnya karena di tas jinjing-nya telah diberikan keterangan "a/n Ibu Ina, diambil hari Selasa". . . Wow.. salut untuk pramuniaga Holland Bakery ITC Kuningan. Semoga Allah swt membalas kebaikannya. . . - a thankful Mom -

Friday, March 25, 2011

Pictures of you (March 2011)

Our Rifachrial

- Mulai mengerti perlunya menggosok gigi (it's ok dear - never too late for doing something better) dan berinisiatif untuk melakukannya sendiri tanpa diminta Mama/Papa;
- Mama & Papa melihat nilai2 akademis Rifa baik meskipun belum rajin dan tekun belajar. Sudah memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan tugas sendiri;
- Memahami tuntutan pekerjaan Mama untuk tugas ke luar kota, mendo'akan dan memberikan support, bisa menenangkan hati Mama meninggalkan Mas Rifa & Ade Alya di rumah bersama Papa dan Mbak.
- Memiliki empati yang tinggi, bersedia menggunakan uang tabungan untuk membelikan sesuatu yang dirasakan perlu untuk Mama dan Ade Alya;
- Menyadari bahwa kemampuan berbahasanya melebihi anak-anak seusianya;
- Senang mengikuti kegiatan di sekolah dan tampil di depan umum (dokter kecil, kegiatan kesenian, lomba pakaian adat);
- Kemampuan mengajinya sudah lebih meningkat (masuk ke AlQur'an - melewati tahap Iqra), berani mengumandangkan Adzan di Mushalla, ingin segera bisa menjadi imam dimana Mama menjadi makmum-nya, hanya saja untuk Shalat masih harus diingatkan;
- Suka membela Ade Alya di depan orang lain meskipun di rumah mengomel, memarahi atau mengadukan Ade pada Mama/Papa;
- Film favorit: Tokyo Drift
- Mainan favorit: Kinsmart, gangsing
- Permainan favorit: Sepakbola (ingin ikut SBI)
- Makanan favorit: Mie (mie ayam, mie goreng), ikan goreng kering, beard papa


Our Marshalya

- Senang bergaul dan bermain (kadang lupa waktu untuk istirahat, belajar & berkumpul dengan Mama Papa di waktu libur), kadang masih sensitif (mudah marah & sedih jika teman-teman berbeda dengan keinginannya), membuka diri untuk bermain dengan banyak teman;
- Senang mendengarkan dongeng (terbaru: Cinderella dengan lagu2 versi Ira Maya Sopha-nya dan Hansel & Gretel);
- Senang mencorat-coret kertas (seolah2 sedang mendesign meja, kursi, lemari atau rumah);
- Suka merajuk, sering kali rewel jika sudah mengantuk;
- Suka iseng sama Mas Rifa, meskipun kadang Mas-nya galak (gggrrrhhh..woof woof..)
- Seringkali sibuk dengan urusannya sendiri sehingga tidak merasa perlu bersama-sama pergi dengan Mama Papa (berbeda dengan Mas Rifa, yang merasa selalu harus ikut hehe.. )
- Senang membantu masak (masak-masakan ala Ibu Sisca Soewitomo & berebutan membantu dengan Mas Rifa)
- Ga rela kalau Mama pergi tugas keluar kota sehingga sekali2 Mama perlu mensiasatinya sehingga Alya tidak 'bad mood';
- Cerewet dan kadang judes;
- Film favorit: Anything @ Playhouse Disney Channel
- Mainan favorit: Any kind of loose leaf files
- Permainan favorit: permainan 'kakak-adik', "ibu-anak", "waitress-customer"
- Makanan favorit: Mie (mie goreng), ice cream, kue pepe, kue putu

Celoteh Alya:

Alya : Ma, selama Mama ke Badak, aku uda bisa mengeja lho
Mama : Masa? Coba Mama denger..
Alya : Aku bisa ngeja 'BUKU'
Mama : Okei, coba gimana?
Alya : B-O.. BO B-O..BO .. BU-KU
Mama : Halah.. :))

Tuesday, February 01, 2011

Hobby Rifa

Beberapa waktu yang lalu, Rifa cerita bahwa di sekolah sering main sepakbola bersama teman-temannya. Karena Rifa kurang jago berlari, makanya Rifa ditugaskan sebagai penjaga gawang/keeper dari team kelas-nya hehe..

Karena sering bermain bola itu juga Rifa akhirnya minta untuk dibelikan baju, sepatu dan sarung tangan sepak bola. Mama rekam permintaan itu dalam hati dan pikiran, tapi rasanya belum menemukan moment yang pas untuk memenuhi keinginan-keinginan Rifa.

Satu minggu yang lalu, Rifa cerita bahwa team-nya kalah bertanding dengan sesama team kelas 3 lainnya. Gawang-nya kebobolan 2-0. Sepulang dari kantor, Mama mendengar berita itu. Teringat keinginan Rifa yang belum terpenuhi dan juga membayangkan kekecewaan Rifa hari itu, Mama hanya bisa menghibur dan menenangkan Rifa. Tunggu ya Nak, setelah gajian, Mama akan belikan baju dan sepatu sepak bola sesuai permintaan Rifa..

Alhamdulillah.. akhirnya hari gajian itu tiba juga dan kebetulan Mama punya waktu luang yang banyak sepanjang weekend untuk Papa, Rifa dan juga Alya.. :). Let's find a new shirt and shoes..!

Akhirnya Sabtu sore, Mama dan Rifa pergi ke ITC dengan kendaraan umum. Dan memang dasarnya rejeki Rifa, dalam 30 menit, semua barang yang Rifa inginkan sudah berhasil dikantongi. Wow.. belanja Mama yang tercepat lho.. sampai2 Mama bingung mo cari apa lagi hik hik..

Thursday, January 20, 2011

Enaknya jadi Pemimpin

Whatt??!!
Siapa bilang enak jadi Pemimpin?
Wiiiiiih.. susah.. Apalagi untuk lingkungan yang baru
Harus punya extra inisiatif, extra kesabaran + kepekaan, extra waktu dan mungkin juga extra dana.

Belum lagi tipical orang Indonesia yang semangat jiwa komentator-nya jauh lebih tinggi dibanding kemampuannya untuk bertindak. Sesuai jargon "Dimana-mana komentator jauh lebih pintar daripada pemainnya". Hmmm.. Damn! Sorry.. But I really hate it!

Lalu kenapa orang-orang banyak yang berebut jadi pemimpin?
Mungkin (just 'mungkin' - my opinon only) karena calon pemimpin tersebut mata dan hatinya tertutup oleh kemudahan, kenikmatan dan fasilitas yang biasanya diterima oleh seorang pemimpin. Termasuk juga penghormatan yang kadang berlebihan. Sehingga, masalah-masalah yang akan dihadapi pada saat dia menjadi pemimpin dipandang sebelah mata, alias menjadi prioritas ke 117.

Makanya ga heran kan, ada orang yang pengen2an jadi pemimpin dengan gaya yang "maju terus pantang mundur " tapi ketika sudah mencapai posisi tersebut dia mengeluh soal capek-nya ngurus "pendukungnya". Lhoooo... Anehnya, setelah yang bersangkutan lengser, masih juga menunjukkan niat untuk kembali jadi pemimpin dengan semangat pantang menyerahnya. Weeehhh... ga salah tuh? Sudah lupa mungkin ya, dengan keluhannya sendiri waktu jadi pemimpin dulu? Haiyyya capeee deeh...

Ada yang punya pendapat lain?